Pengalaman Masuk Program Pascasarjana Universitas Diponegoro

Universitas Diponegoro


FaktaKampus.Com- Halo teman-teman penikmat bacaan, perkenalkan nama saya Fajrin Hardinandar, saya berasal dari Kota Bima, buat kalian yang belum tahu bima itu dimana, Bima itu berada di provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di pulau Sumbawa. Masih belum tahu juga? yaudah lupakan saja, kita fokus ke topik pembahasan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman masuk pascasarjana Universitas Diponegoro dengan teman-teman, siapa tahu pengalaman saya bisa dijadikan motivasi untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2.

Universitas Diponegoro


Tahu gak teman-teman, menurut Ristekdikti tahun 2017 kalau Universitas Diponegoro adalah Univeritas terbaik ke 6 di Indonesia setelah UGM, ITP, IPB, UI, dan Institut Teknologi Sepuluh November? Ristekdikti mengeluarkan pengumuman 14 PT terbaik klaster I tahun 2017, dan Universitas Diponegoro menempati posisi ke 6, prestasi yang luar biasa bukan? Data tersebut sekaligus memberikan gambaran pada kita bahwa tidak mudah untuk masuk ke salah satu Universitas unggulan di Indonesia itu, butuh perjuangan dan kerja keras yang maksimal tentunya.

Sebelumnya saya adalah mahasiswa jurusan manajemen SDM di salah satu PTS di Kota Bima, kalau bisa dibilang saya adalah mahasiswa biasa-biasa saja dalam hal akademik, keluar dengan IPK 3,30 tidak membuat saya begitu bangga, karena ada 15 orang yang IPK-nya diatas saya saat itu.

Tapi saya aktif dalam kegiatan keorganisasian, berkat pengalaman di organisasi selama 4 tahun masa studi S1, saya banyak tahu hal-hal yang tidak pernah diajarkan dibangku perkuliaan, wawasan semakin luas, haus bacaan dan daya analisa semakin dalam. Bekal organisasi inilah yang saya bawa dibangku akademik sehingga saya bisa keluar dengan IPK yang tidak buruk-buruk amat.

Setelah lulus dari PTS dan berhasil menyandang gelar Sarjana Ekonomi, saya mulai melangkah, dan mencoba merealisasikan apa yang menjadi keinginan saya dua tahun lalu, yaitu melanjutkan jenjang Studi S2. Berbagai informasi lewat internet saya coba telusuri, tapi setelah mencari dan mencari ternyata sebagian besar Universitas telah menutup pendaftarannya.

Sedikit kecewa, karena kabar dari teman-teman saya yang kuliah di luar kota bahwa pendaftaran pascasarjana akan dimulai tahun depan. Tapi kabar itu saya ambil positifnya saja, saya berpikir ini adalah kesempatan saya  untuk banyak belajar mempersiapkan diri saat tes tahun depan dimulai. Saya pun mulai giat membelajari TPA, mulai dari membeli bukunya, menonton video di youtube atau sekedar mengutip artikel dari google.

Selain itu saya juga giat mempelajari TOEFL, saya mulai mendowload aplikasinya  dan mempelajarinya perlahan. Saya sadar bahwa saya sangat kurang pengetahuan dalam berbahasa inggris, terutama pada listening, oleh karena itu saya punya ide untuk memulai percakapan dengan teman-teman saya di organisasi yang lumayan pandai berbahasa inggris.

Keseringan belajar ternyata membuat saya boring, terlebih lagi saya belum tahu kapan akan dibuka pendaftaran pascasarjana lagi, akhirnya saya kembali fokus ke organisasi, kebetulan saat itu ada kegiatan DIKLAT organisasi yang saya geluti.

Setelah lama nyaman dengan organisasi dan melupakan persiapan tes pascasarjana, malam itu tepatnya akhir agustus, saya iseng-iseng browsing pembukaan pendaftaran pascasarjana, dan ternyata ada pembukaan pendaftaran pascasarjana yang dikeluarkan oleh website resmi UI dan UNDIP. UI dan undip sebenarnya bukan kampus pilihan saya, saya sebenarnya sangat terobsesi untuk masuk ke UGM, tapi berhubung pendaftarannya belum dibuka, dan biayanya teramat mahal akhirnya saya memutuskan untuk fokus pada UI  atau undip.

Dalam proses pengambilan keputusan ini, saya meminta saran mama dan papa saya, berdasarkan petimbangan, akhirnya mereka menyarankan saya untuk memilih Universitas Diponegoro atau biasa disingkat undip. Saya pun menerima saran baik itu, terlebih ibu saya begitu bersemangat untuk mendaftarkan saya ke Undip. 

Waktu tes masuk sekitar satu bulan, saya pun sudah mendaftar online dan membayar biaya pendaftaran, juga sudah melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan. Tapi dalam jenjang waktu satu bulan sebelum keberangkatan saya ke semarang, saya hanya sesekali mempelajari TPA dan TOEFL, sisanya saya luangkan untuk organisasi.

Memang sulit kalau sudah cinta dengan organisasi, bisa bikin lupa segalanya. Pada intinya selama satu bulan sebelum tes saya jarang sekali belajar TPA dan TOEFL  lagi, mungkin hanya sesekali dan itupun saat mood saja. Tepat sebelum seminggu tes dilaksanakan saya bersama dengan ibu saya berangkat ke semarang, di semarang tidak ada lagi kegiatan organisasi, dan saat berada di semarang entah kenapa perasaan saya mendadak takut, saya merasa bahwa saya telah membuang-buang waktu saya beberapa bulan, padahal waktu beberapa bulan itu bisa saya manfaatkan untuk belajar dengan giat demi mencapai skor TPA dan TOEFL minimal 450, sesuai yang disyaratkan.

Malam pertama saya menginjakkan kaki di semarang, saya mulai berpikir keras dan sangat menyesali perbuatan saya yang sudah menyia-nyiakan waktu itu, akhirnya saya membulatkan tekat untuk belajar kebut selama seminggu, waktu untuk bermain sosmed saya kurangi, cuma 1 jam dalam sehari, itu pun sebelum tidur saja. Kini pikiran dan hati saya fokuskan untuk belajar mati-matian selama seminggu, buku TPA Oto Bapenas yang halamannya 488 lembar itu saya pelajari dari awal hingga akhir, tapi dalam mempelajari TPA paling saya fokuskan adalah pembelajaran kuantitatif, karena saya sangat lemah  di aritmatika.

Bibi saya yang kebetulan seorang guru kimia yang sangat paham matematika juga menjadi mentor saya saat belajar matematika, selain itu saya intens memutar video-video penyelelsaian soal di youtube. Begitupun dengan belajar TOEFL, meskipun tidak se-intens belajar TPA, saya kebanyakan mempelajari listening di aplikasi yang saya download, karena saya sangat lemah dalam listening. Kamar kos saya berantakan dengan kertas-kertas hasil hitungan, dan buku berserakan dimana-mana, belum lagi saya sesekali membaca buku ekonomi makro dan ekonomi pembangunan untuk persiapan tes wawancara, karena rencana program studi yang saya ambil kali ini adalah Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (MIESP), lumayan jauh dari jurusan saya saat kuliah S1, tapi setidaknya teori-teori ekonomi dasar hingga ekonometrika pernah kami pelajari saat studi S1.

Selain belajar mati-matian selama seminggu, saya juga dituntut keras oleh ibu saya untuk bangun sholat malam, dan selalu berdoa demi kelulusan.Anjuran dari mama untuk bangun sholat malam dan berdoa setiap selesai sholat saya ikuti, tapi tidak dalam konteks do’anya. Dalam do’a, saya selalu berserah diri kepada Allah, jika Allah mengatakan bahwa jalan saya untuk lulus di Universitas Diponegoro maka tentu saya akan lulus, tapi jika tidak, pasti Allah punya jalan lain yang lebih baik, karena saya yakin segala keputusan yang diberikan oleh Allah ketika kita telah berserah diri pasti keputusan itu adalah keputusan yang baik untuk kita, sementara itu mama saya rajin sekali memohon dan berdoa dalam tiap sholatnya. Mama saya memang punya harapan besar saya bisa lulus di Universitas Diponegoro, selain kampusnya kampus negri, Universitas Diponegoropun cukup berkualitas dalam hal akademik. Dalam sudut pandang orang Bima kebanyakan, sekolah diperguruan tinggi negri yang berkualitas apalagi skala pascasarjana, itu sangat membanggakan.

Singkat cerita, hari tes pun telah tiba, tepatnya tanggal 12 November 2017. Pagi itu saya telah siap dan matang untuk mengikuti tes, tapi saya masih sedikit gugup dengan soal listening saat tes TOEFL nanti, tapi biarlah, semoga saja nanti ada mukjizat.

Pagi itu saya menuju Gedung ICT kampus Undip Tembalang, disana sudah banyak calon-calon mahasiswa S2 dan S3 yang sudah menunggu, terlihat dipapan pengumuman, setidaknya ada hampir 800 orang pendaftar. Saat pedaftaran semester gasal awal tahun lalu, saya membaca di internet setidaknya ada seribu lebih pendaftar dan yang diterima hanya tigaratus lebih, dan untuk pendaftaran semester genap ini ada delapan ratus pendaftar termaksud saya, pasti yang akan diterima juga hanya sedikit.

Jantung saya semakin berdetak kencang, kegugupan itu mulai terlihat dari raut wajah saya, kemudian saya duduk menyendiri di halaman depan Gedung ICT sambil berdoa kepada Allah agar diberikan ketenangan. Orang-orang lalu masuk kedalam gedung, ruang ujian dibagi beberapa ruangan, dan saya mendapat ruangan di lantai satu dengan nomor urut dua.Saat tes dimulai setidaknya ada 9 atau 10 orang pengawas dalam satu ruangan, penjagaannya begitu ketat, jangankan untuk menyontek, menghadap ke kiri dan kanan saja sulit.

Tes pertama ini adalah tes TPA, waktu yang diberikan adalah dua jam, saya lalu mengisi terlebih dahulu soal verbal dan penalaran, sementara soal kuantitatif saya isi belakangan setelah soal verbal dan penalaran selesai.

Alhamdulillah semua soal saya jawab dengan kemantapan sebelum sirine tanda waktu berakhirnya tes TPA berbunyi.Lumayan, semua soal kuantitatif pun saya isi dengan mudah.Setelah tes TPA, kami diberi waktu istrahat 30 menit untuk sekedar merefresh pikiran. Saat tes TOEFL dimulai saya kembali gugup untuk menghadapi soal listening nantinya, tapi saya tetap berusaha tenang mengerjakan soal Structure dan reading sambil menunggu soal listening di putar lewat sound yang berada didepan pengawas.

Setelah mengerjakan 75 soal saya bingung, “kok soalnya habis?” seketika sirine tanda berakhirnya tes TOEFL pun berbunyi, saat itu saya sangat kaget. Ternyata dalam TOEFL kali ini tidak ada soal Listening, akhirnya saya terbebas dari ranjau. Lalu saya pulang kembali ke kos dengan hati yang gembira karena saya yakin dengan jawaban-jawaban saya saat ujian tadi, dan itu semua hasil belajar kebut selama 1 minggu. 

Tapi segala kemungkinan bisa saja terjadi, pengumuman kelulusan masih satu minggu lagi, satu minggu itu saya fokuskan untuk berdoa kepada Allah, tapi do’a saya, masih tetap berserah diri kepada Allah dan tidak terlalu menuntut kepada Allah agar diberikan jalan kelulusan itu. Tgl 23 november, hari itu saya membuka website resmi undip lewat handphone, jantung saya berdetak kencang, lumayan nerveous saat mulai menuju ke halaman depan website undip itu, tapi ternyata pengumuman di tunda hingga tgl 28 november.

Sial, padahal udah tegang-tegangnya loh, tapi saya anggap ini adalah kesempatan saya untuk lebih banyak berdoa kepada Allah.singkat cerita, Hingga  tiba tanggal 28 november itu, tepat saat selesai sholat subuh saya kembali membuka website undip, kali ini saya sedikit tenang dan tidak tegang karena baru  selesai melakasanakan sholat, saya masukkan nomor tes dan tanggal lahir saya, dan tertulis, “selamat anda diterima sebagai calon mahasiswa baru pascarjana universitas diponegoro”. Setelah membaca halaman itu, saya tertawa sendiri, seakan tidak percaya kalau saya akhirnya bisa lulus di Universitas Diponegoro pada program pascasarjana magister ilmu ekonomi dan studi pembangunan.Setelah itu saya pun mendapat pelajaran yang berharga bahwa kunci keberhasilan adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa berserah diri kepada Allah SWT.

Mungkin hanya itu pengalaman singkat saya saat mencoba mendaftar di Universitas Diponegoro hingga pengumuman kelulusan, semoga pengalaman saya bisa diambil positifnya, jika ada yang negatif jangan dicontoh, tapi dijadikan pelajaran agar tidak terulang kepada teman-teman, terutama yang sekarang  sedang mempersiapkan diri untuk menuju jenjang pascasarjana.Sukses selalu dan terimakasih.

When people others can do it, why you can’t ?.

Subscribe to receive free email updates:

39 Responses to "Pengalaman Masuk Program Pascasarjana Universitas Diponegoro"

  1. saudara/i sangat membantu saya.

    BalasHapus
  2. Luar biasa perfeck. Fajrin hardinandar sang insipirator. Orator. Sastrawan.
    Banyak ilmu yg sya dapatkan di bung fajrin ini. Sukses

    BalasHapus
  3. Luar biasa perfeck. Fajrin hardinandar sang insipirator. Orator. Sastrawan.
    Banyak ilmu yg sya dapatkan di bung fajrin ini. Sukses

    BalasHapus
  4. Menginspirasi

    Izin share..

    BalasHapus
  5. Waah kuerenn pengalamannya
    Gaya turur bagus terarah
    Yg baca jadi enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba'rustina razak atas motivasinya 😊

      Hapus
  6. sungguh perjuangangan yg panjang..berkat usaha, kerjakeras dan doa...menginpirasi generasi muda lainya...bravo nak fajrin

    BalasHapus
  7. Mantep, pengalaman ada, supporting dari keluarga tinggi...ini sdh tanda tanda awal yg baek,semangat terus, jangan cepat puas, jadikan dirimu sebagai sang Inspirator buat teman temanmu...dengan moto ibarat sebuah kompetisi "aku pasti bisa...,aku pasti Juara dan aku luar biasa....,selamat berjuang nak, semoga sukses dan menjadi yg luar biasa,amiin yaa rabb...!!!

    BalasHapus
  8. Mantep, pengalaman ada, supporting dari keluarga tinggi...ini sdh tanda tanda awal yg baek,semangat terus, jangan cepat puas, jadikan dirimu sebagai sang Inspirator buat teman temanmu...dengan moto ibarat sebuah kompetisi "aku pasti bisa...,aku pasti Juara dan aku luar biasa....,selamat berjuang nak, semoga sukses dan menjadi yg luar biasa,amiin yaa rabb...!!!

    BalasHapus
  9. Inspirasi yg luar biasa buat anak muda

    BalasHapus
  10. Sukses selalu brother sangat inspiratif 😄👍👍

    BalasHapus
  11. hasil tdk pernah mengkhianati proses!
    Selamat sdh berhasil.. dan akan senantiasa berhasil selama doa, ikhtiar dan berpasrah diri pd Allah SWT.
    #INSPIRATIF

    BalasHapus
  12. Hebat ananda.bisa dijadikan motivasi bagi teman dan adik2mu. Ingat semboyan "Dou Waki..harus wa'u weki dan bertawaka( maksudnya twakal). Selamat berjuang ananda!

    BalasHapus
  13. articles that are very useful and inspiring people, like me who is also a student, thank you very much

    Share permission 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks very kind brother. God luck for you and lets chase you dreams

      Hapus
  14. This articel so good and can give a inspiration for all young man in indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks a lot pak aris munandar. I'll be remember who you talk to me. Thanks 😊

      Hapus
  15. Thanks kak atas info dan motivasinya, semoga sukses dan moga di mudahkan urusannya.
    Without experience we were not know about it, but when we have spirit insya Allah, Allah give your way

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak, semoga sukses selalu 😊

      Hapus
  16. Artikel yang sangat membangun, memberi motivasi untuk mnjdi yg lebih baik. My allah bless you

    BalasHapus
  17. Artikel yang sangat membangun, memberi motivasi untuk mnjdi yg lebih baik. My allah bless you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks for you comment sista, god luck for you 😊

      Hapus
  18. Artikel yang bagus, memberi motivasi bagi readers. Tetap semangat !

    BalasHapus
  19. hallo, saya mau tanya dong terkait persyaratan magister IESP UNDIP, kan ada tuh diketentuan umum harus memiliki Proyeksi/Gambaran umum tentang penelitian Tesis yang akan diambil. Nah itu dituangkan dalam bentuk tulisan seperti proposal Thesis atau lisan waktu wawancara, ya? thankyouuu

    BalasHapus
  20. Boleh minta no WA nya? Saya mau tanya-tanya lebih lagi mengenai pascasarjana undip. Krn saya akan daftar juga. Terimakasih

    BalasHapus